Rabu, 17 Februari 2010


YANG KEDUA



Saat aku jatuh cinta kembali karena jiwaku yang masih haus…tak mengerti…
Nuansa ilmu-NYA yang berlapis-lapis
Aku tidak ingin membagi…aku tidak ingin memilih…bukan karena ini permainan…
Tapi inilah totalitasku…jiwaku yang masih kosong sekaligus berlubang-lubang
Tapi dinding-dinding jarak dan waktu sedikit menjadi ranjau perjalananku
Percayalah ramalan manusia tak ada yang tepat…apabila tuhan telah membuka pintu…
Malaikat pun merobohkan dinding jarak dan waktu…
Tangan manusia tak sanggup lagi menghalanginya
Indahnya…bila kamu tahu doa-doaku dikabulkan Tuhan…langkahku ringan…
Walau diiringi pandangan aneh para manusia disekitar kita
Indahnya…mesranya…bila kamu tahu Tuhan memanjakan dan menyanyangiku…
Walau banyak cemohan dari golongan manusia…tak membelokkan langkahku
Beberapa pihak manusia yang tak setuju…menguatkan langkahku
Ini bukan kehendakku…Tuhan hanya membukakan jalan bagiku…membuka nuansa ilmu-NYA
Dan takdir…bukan manusia penentunya
Tiada penyesalan setelah aku memilikinya…bukan menyesal…kebanggaan itu melekat selamanya
Seumur hidupku…melekat menjadi bagian dari jiwaku
Walau terkadang manusia lain bertanya…
Aku tetap bingung menjawabnya sampai detik ini…tapi hatiku tetap tersenyum lebar
Tuhan memang berhubungan sangat special bagi makhluk-NYA… yang diingini-NYA
Aku merindukan saat-saat indah seperti itu…walau aku berat menjalaninya
Indah sekali Tuhan…sangat indah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar