Selasa, 16 Februari 2010


GEDUNG TUAKuingat saat pertama kali diriku ini mulai mendua…dan mengartikan arti sebuah kebebasan
Kebebasanku menyelami alam dan ingin bersatu dengannya
Kubisikan dalam hati seandainya bukan hanya dua…aku ingin tiga…wajar bagiku…
Aku manusia normal…dunia diperuntukan tuhan hanya untuk manusia
Apa itu hujan…awan hitam cumulus…berat mencair di atmosfer bumi
Apa itu kemarau…cuacanya cerah tak berawan…anginnya panas
Di sisi yang lain mikrokontroler sebagai sensor panas mengukur bumi yang mendidih…demam
Bising industri…terfilter mikrofon akustik
Apa itu gugur…hatiku yang melonjak menguasainya…ya…tak akan ada gugur di bumi tropisku
Aku menang…? Tentu aku selalu menang dan bahagia
Gedung tua itu berusia 1920…proklamator Soekarno yang meresmikannya…di kota Kembang
Dan gedung di sisi satunya seusia denganku dengan lambang kota pahlawan Sura dan Baya
Ini kenanganku saat mendua…kedua gedung itu saksinya
Kubisikan kembali dalam hati…jangan sampai kedua gedung itu membongkar diriku yang terlanjur…
Mendua
Kunyalakan radio…bernyanyilah dengan hatiku…bernyanyilah
Lupakan dulu…cintaku…lupakan dulu…
Mungkin suatu saat nanti tuhan menakdirkan cinta kita…bersemi berbunga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar