Selasa, 18 Mei 2010


YANG DITUJU


Sesampainya kaki ini dan mata ini melihat sesuatu yang aku inginkan
Tapi tidak sama seperti hayalan…tidak seindah dalam angan dan perkiraan
Timbul kata ‘Seandainya’…kata baru yang mengiringi perasaan ‘Kecewa’
Seandainya aku tidak terlalu memaksakan…
Seandainya aku tidak terlalu keras sesuai dengan rencana…
Seandainya ada kata lain ‘Fleksibel’ dan ‘Kebijaksanaan’ dan’Pertimbangan lain’…
Seandainya aku juga melihat jalan yang lain…
Karena apa yang aku perkirakan itu sudah setahun yang lalu
Karena apa yang kurencanakan sudah dua tahun yang lalu
Tak ada yang abadi…bukan kah itu yang sebenarnya Tuhanku ?
Bukankah bumi ini masih berputar tidak berhenti

BUKAN YANG DITUJU

Seumpamanya aku mengikuti suatu rencanaku sendiri
Seumpamanya Tuhan juga membuat rencana untuk diriku juga
Aku simpan rencanaku pada Tuhan…dan Tuhan juga begitu…
Dipersimpangan jalanku dan jalan Tuhan…
Tentunya kakiku milik Tuhan…lebih memilih berjalan dijalan Tuhan
Ketika dipersimpangan jalan itu…terasa sangat berat untuk memilih
Dan aku bertanya dalam hati…mengapa ada persimpangan jalan ?
Mengapa ada pilihan ?
Mengapa bukan hanya satu jalan untuk rencanaku saja ?
Atau…mengapa bukan hanya satu jalan saja untuk jalan Tuhan yang terbaik untuku ?
Hingga aku hanya terdiam bagai orang lumpuh menanti tuntunan Tuhan ?
Hingga otakku mengecil tidak berfikir menanti keputusan Tuhan ?
Hingga aku tahu mengapa ada persimpangan jalan
Bukankah ini memang yang terbaik untukku terus berfikir dan bergerak
Hingga aku menjadi manusia normal yang berarti bukan untuk diriku saja
Tapi aku berarti untuk orang-orang disekitarku…
Bukan satu jalan…jalanku saja