Kamis, 07 Juni 2012


PUTUS ASA

Apakah kau akan berhenti disini sebelum sampai tujuan?
menjadi gelandangan yang menjemput setan jalanan,
dan terhanyut arus deras tenggelam tapi tidak dapat mati,
merintih mengeluh menantikan belas kasihan orang lain

Sedangkan mereka menangisi kebodohanmu,
diam-diam kau pun menangis menyesal,
dan air mata menjadi terbuang percuma,
dan seonggok benda yang bernama sesal membusuk dijalanan

Bisik-bisik setan bernama angkara,
berpesta disekitar daging busuk sesal,
mereka menangis...kau menangis melihat pesta setan itu,
tapi semua telah membusuk

Kau berharap ini sebuah hayalan atau sebuah mimpi,
mungkin besok kenyataannya lebih indah,
ternyata kau lupa,
kau telah lama berhenti di tengah jalan sebelum sampai tujuan,
dan tujuan bagai kerlip nyala lilin yang pada saatnya akan padam
KESEMPATAN

Atau pencarian dalam air yang sudah tenang dan jernih,
atau termenung dalam sepi malam mencari inspirasi,
yang sesuatu datang tak terduga diluar rencana rapi,
yang dengan sangat sigap harus cepat diraih

Pengakuan diri atau tidak ada sama sekali yang mengakui,
bukan pengorbanan seorang pahlawan yang hanya bisa dikenang,
bukan pula perjuangan seorang guru tanpa tanda jasa,
membangun pilar-pilar diri dan menjaganya tetap kokoh berdiri

Bila waktu berlalu,
seorang anak tetap bercerita pada anaknya dalam kebisuan malam,
dan pada malam yang hening diam, 
cerita tersebut terus terjaga,
sebuah jembatan dan jalan awal telah dirintis,
akan terukir jejak-jejak langkahnya disana

Rabu, 06 Juni 2012

KEHIDUPAN DUNIA

Banyak yang tidak kumengerti,
karena sebagian besar hidupku tersimpan pada rahasia masa depan,
dan sebagian kecil tertinggal di masa lalu

Aku tidak berharap banyak di dunia ini,
karena aku seperti sedang bermimpi,
walau bermimpi aku ingin bermimpi indah,
dan terbangun di hidup yang jauh lebih indah

Aku tidak berharap banyak pada manusia di sekitarku,
karena mereka hilir mudik silih berganti,
tak satupun ada yang kekal menemaniku,
kecuali kuterbangun dalam doa

Aku berhenti berharap,
ketika aku mengeluhkan sakit tubuhku,
tapi orang di sekelilingku tak dapat merasakan rasa sakitnya,
walaupun mereka mampu melihatnya

Aku juga tidak ingin menghayal walau ini sebuah mimpi,
walau itu indah tapi melelahkan jiwa,
aku juga tidak ingin sebuah kenyataan,
karena di dunia ini dipenuhi perpisahan dari ke fanaan

Aku ingin berjalan sederhana,
dalam doa-doa,
karena ketidak tahuanku

Selasa, 05 Juni 2012

PERDEBATAN

Aku tidak mampu memilih,
hanya sebuah impian pada sebuah batu bata,
yang aku berfikir satu persatu batu bata yang ku susun, 
perlahan akan menjadi gedung bertingkat

Aku juga malas berfikir terlalu rumit,
karena persoalan sekarang perlahan akan ku selesaikan,
karena besok akan muncul persoalan baru,
akan membuat otakku semakin pintar bukan semakin bodoh

Apa yang mereka katakan akan aku dengarkan baik-baik,
sebaik aku ingin berbuat baik pada mereka,
walau mereka menganggapku diam dan tak perduli,
tapi Allah maha mengetahui

Lalu aku ingin menghina aku dan siapapun juga hanya pada hatiku,
karena diam lebih mulia, 
bagai berlian yang diam namun indah dipandang,
dan bunga yang indah diam dalam warna juga keharumannya

Walau air samudra diam, 
namun mampu menampung berjuta kehidupan,
dan menyimpan arus dalam yang menghanyutkan

Walau angin juga diam,
mampu menghimpun awan menjadi hujan,
dan menciptakan alun suara yang merdu

Hanya takdir Allah yang tidak diam,
yang menggerakkanku agar mensyukuri hidup