Selasa, 05 Juni 2012

PERDEBATAN

Aku tidak mampu memilih,
hanya sebuah impian pada sebuah batu bata,
yang aku berfikir satu persatu batu bata yang ku susun, 
perlahan akan menjadi gedung bertingkat

Aku juga malas berfikir terlalu rumit,
karena persoalan sekarang perlahan akan ku selesaikan,
karena besok akan muncul persoalan baru,
akan membuat otakku semakin pintar bukan semakin bodoh

Apa yang mereka katakan akan aku dengarkan baik-baik,
sebaik aku ingin berbuat baik pada mereka,
walau mereka menganggapku diam dan tak perduli,
tapi Allah maha mengetahui

Lalu aku ingin menghina aku dan siapapun juga hanya pada hatiku,
karena diam lebih mulia, 
bagai berlian yang diam namun indah dipandang,
dan bunga yang indah diam dalam warna juga keharumannya

Walau air samudra diam, 
namun mampu menampung berjuta kehidupan,
dan menyimpan arus dalam yang menghanyutkan

Walau angin juga diam,
mampu menghimpun awan menjadi hujan,
dan menciptakan alun suara yang merdu

Hanya takdir Allah yang tidak diam,
yang menggerakkanku agar mensyukuri hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar