KAMU, SEMESTAKU
Itu menyakitkan…kamu yang pertama
Aku tak ingin mengusikmu lagi
Dan sepi-sepi ini membuatku lebih tenang
Air mataku ini cukup memuaskan emosiku yang lebih mengerti arti rindu
Diam-diam sajalah disana…aku tak akan mengganggumu
Aku hanya ingin mengakui bahwa cinta menyapaku semalam dengan angin rindunya
Sedang Tuhan mewujudkan sepinya dengan menciptakan manusia…
Agar dapat mewujudkan Kehendak-NYA
Seperti juga aku mewujudkan sepiku dalam hati…
Agar dapat mewujudkan cinta
Sedang Tuhan hadir dalam hati manusia…merenung dalam sepi…sendiri
Kalau rindu ini sebuah dinding…mungkin sudah retak-retak diterjang badai…digoncang gempa
Namun keyakinan cintaku…tak berbentuk bagai warna ini terwujud karena ada cahaya terang
Dan cinta ini tulus suci
Jangan tanyakan diriku lagi…
Tuhan menyimpan cintaku dalam hati…seutuh Tuhan menciptakannya pertama kali
Tuhan memelukku bila kuterisak rindu…cahaya-NYA memenuhi retak-retak dinding rinduku
Itu menyakitkan...kamu yang terakhir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar