Kamis, 01 Oktober 2009


IBU

Ini tentang ayahku
Datang dari pulau seberang
Meninggalkan berhektar-hektar tanah garapan
Memilih samudra untuk menanamkan biji rejeki
Ini tentang ayahku
Menyunting Rembulan di malam bulan purnama
Di tengah samudra
Mengarungi lautan lepas dengan mengendarai kapal nabi Nuh
Ingin menepi di dermaga cinta
Sedang Rembulan melahirkan ribuan gemintang
Menghiasi malam yang tak berawan hitam
Menjadi bunga matahari di siang benderang
Menatap matahari…
Ayahku…
Yang menjelma menjadi matahari di siang terang
Rembulan berkalung emas…duduk tenang di kursi emas…
Kekuningan berkilau dikegelapan
Rembulanku…
Menangis di sabit malam…tentang kilau emasnya yang memudar
Dan menakutkan gemintang tak berkedip indah
Rembulanku…
Sering mengeluhkan tentang hal-hal yang tidak penting
Namun…
Matahariku…hanya tersenyum
Sebab segala kilauan hanya kelihatan di mata bumi…
Tak akan kekal
Hingga aku ingin terlepas dari bumi…
Bersama angin
Dan tidak larut akan tipuan bumi
Yang menyebabkan Rembulanku menangis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar