Kamis, 01 Oktober 2009

AYAH

Seperti dongeng di alam impian
Ayahku datang dari pulau seberang lautan
Dari kota yang tak kukenal
Bercerita padaku tentang si Rembulan istrinya
Pernikahannya di pesisir samudra
Disaksikan dermaga dan kapal-kapal yang tertambat
Menjelma menjadi matahari di terang siang
Menyinari lembut Rembulan dalam peraduan didingin malam
Dongeng nabi Nuh idolanya
Pada Rembulan purnama…
Mengapa samudra bagai detak jantungnya…
Bergelora…bergelombang…
Karena nabi Nuh sang idola membangunkan kapal raksasa…
Yang akan mengarungi desir-desir darahnya
Ayahku memuja Rembulan di atas kapalnya
Di tengah samudra…
Angin malam bagian dari jiwanya…
Awan hitam jemari tangannya…
Badai lautan hanya permainannya
Ayahku…
Demi tuhanku…demi pemilik alam ini…
Aku takut mendengar cita-citanya
Demi tuhanku…aku ingin menjadi kekasih tuhan
Agar tuhan mengasihi ayahku
Demi tuhanku…kalau tuhan enggan menjadi kekasihku
Jadilah kekasih ayahku
Dan…
Cita-cita ayahku yang menakutkan itu…digantikan…
Kasih tuhanku
Samudra itu asal kedatangannya…kata ayahku
Di samudra itu tempat kembalinya…kata ayahku
Demi tuhan…itulah jihad…kata ayahku
Sambil memuja dan menatap Rembulan…
Melelapkannya dari kelelahan
Kalau aku mampu menjadi angin…
Aku ingin menjadi angin…
Hingga menyatu dengan jiwanya
Dan…
Merasakan senantiasa hidup
Harum jalan yang dilalui ayahku
Berjalan kembali ketempat asalnya…
Di tengah samudra
Inilah cita-cita ayahku yang dikabulkan tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar